lpkn

lpkn

Contoh Pembelian Terpecah yang Merugikan Organisasi

Masalah yang Sering Dianggap Sepele Dalam praktik pengadaan barang dan jasa, istilah pembelian terpecah sering terdengar, tetapi tidak selalu dipahami secara utuh. Banyak orang menganggap pembelian terpecah sebagai hal kecil yang terjadi karena kebutuhan mendesak atau keterbatasan perencanaan. Padahal, di…

Biaya Tersembunyi yang Tidak Pernah Dihitung dalam Pengadaan

Biaya yang Tidak Terlihat Dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa, perhatian utama hampir selalu tertuju pada harga kontrak. Angka yang tercantum dalam dokumen pengadaan sering dianggap sebagai total biaya yang harus ditanggung organisasi. Padahal, di balik angka tersebut terdapat…

Mengapa Pengadaan Sering Lebih Mahal dari Pasar?

Pertanyaan yang Sering Muncul Banyak orang, baik dari internal organisasi maupun dari masyarakat umum, sering mempertanyakan mengapa harga pengadaan barang dan jasa terlihat lebih mahal dibandingkan harga pasar. Pertanyaan ini muncul hampir setiap kali ada proyek pengadaan yang nilainya dianggap…

Alasan Banyak Pengadaan Sekadar Menghabiskan Dana

Fenomena yang Terjadi Berulang Dalam praktik pengelolaan anggaran, terutama di sektor publik, istilah “menghabiskan dana” sering terdengar menjelang akhir tahun anggaran. Banyak proses pengadaan dilakukan dengan tergesa-gesa, seolah tujuan utamanya bukan lagi memenuhi kebutuhan organisasi, melainkan memastikan anggaran terserap. Fenomena…

Ketika Pengadaan Tidak Berangkat dari Kebutuhan Nyata

Mengapa Ini Penting? Dalam banyak organisasi publik maupun swasta, pengadaan barang dan jasa merupakan urat nadi yang menentukan keberhasilan sebuah program atau proyek. Namun tidak jarang proses pengadaan berjalan tanpa pijakan yang kuat pada kebutuhan nyata di lapangan. Artikel ini…

Mengapa Banyak Swakelola Gagal?

Swakelola sering dipilih sebagai metode pelaksanaan kegiatan pemerintah karena janji-janji kemudahan: memanfaatkan sumber daya internal, mempercepat proses administrasi, menekan biaya, dan meningkatkan keterlibatan aparat maupun masyarakat setempat. Namun realitas di lapangan menunjukkan angka kegagalan yang tidak sedikit—proyek yang selesai terlambat,…

Cara Efektif Memastikan Swakelola Tetap Sesuai KAK

Swakelola merupakan salah satu metode pelaksanaan kegiatan yang banyak digunakan oleh instansi pemerintah karena dinilai mampu memberdayakan sumber daya internal, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan program. Namun di balik kelebihannya, swakelola juga menyimpan risiko besar apabila pelaksanaannya…

Teknik Memonitor Serapan Anggaran dalam Swakelola

Mengawasi serapan anggaran dalam pelaksanaan swakelola memerlukan pendekatan yang sistematis dan konsisten. Swakelola, yang mengandalkan sumber daya internal institusi untuk melaksanakan kegiatan, memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan kontrak eksternal — alur pencairan dana, pencatatan kerja, dan tanggung jawab pelaksana sering…

Cara Menangani Swakelola yang Tidak Sesuai Output

Swakelola adalah pilihan pelaksanaan kegiatan yang mengandalkan sumber daya internal instansi untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa kontraktor eksternal. Ketika berjalan baik, swakelola bisa mempercepat pelaksanaan, menekan biaya, dan memperkuat kapasitas internal. Namun dalam praktiknya tidak sedikit program swakelola yang hasilnya tidak…

Risiko Pengawasan yang Lemah dalam Swakelola

Swakelola adalah sebuah metode pelaksanaan kegiatan publik di mana pemerintah atau unit kerja pelaksana memakai sumber daya internal—tenaga, peralatan, dan pengelolaan sendiri—tanpa menggunakan kontraktor eksternal. Pada teori, swakelola menawarkan keuntungan seperti percepatan proses, penghematan biaya, dan pengendalian kualitas secara langsung…