Jakarta, 20 Februari 2025 – Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pengadaan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan dengan skema Certified Procurement Specialist (CPSP). Kegiatan ini berlangsung dari 24 Februari hingga 13 Maret 2025 dan mengusung metode pembelajaran hybrid, yakni E-Learning selama dua minggu, sesi tatap muka intensif selama dua hari, serta diakhiri dengan pelaksanaan ujian sertifikasi di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta. Dengan penyelenggaraan program ini, LPKN berharap dapat mencetak profesional pengadaan yang memiliki keahlian serta kredibilitas tinggi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Latar Belakang dan Tujuan Pelatihan
Dalam era globalisasi dan digitalisasi, dinamika pengadaan barang/jasa pemerintah semakin kompleks. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi di bidang pengadaan menjadi kebutuhan yang mendesak agar setiap proses dapat dilakukan secara efisien, transparan, dan akuntabel. Pelatihan CPSP ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis yang diperlukan dalam mengelola berbagai tahapan pengadaan, mulai dari pengkajian paket hingga evaluasi kinerja penyedia.
LPKN percaya bahwa dengan dibekali kompetensi yang memadai, para profesional pengadaan dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan dan dinamika regulasi yang terus berubah. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan stakeholder, baik dari kalangan pemerintah maupun swasta, dalam menjalankan proses pengadaan barang/jasa yang berkualitas.
Metode Pembelajaran Hybrid untuk CPSP
Pelatihan ini menggabungkan tiga metode pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif:
-
E-Learning (24 Februari – 08 Maret 2025):
Peserta diberikan akses ke modul-modul interaktif yang mencakup berbagai aspek pengadaan barang/jasa. Materi yang disajikan secara digital memungkinkan peserta untuk belajar secara fleksibel, sesuai dengan waktu dan kecepatan masing-masing. -
Sesi Tatap Muka (11 – 12 Maret 2025):
Tatap muka diadakan secara intensif selama dua hari di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta. Di sini, peserta mendapatkan kesempatan langsung untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan mengikuti simulasi yang menekankan penerapan konsep-konsep pengadaan dalam situasi nyata. -
Ujian Sertifikasi (13 Maret 2025):
Tahap akhir pelatihan diisi dengan pelaksanaan ujian sertifikasi yang terdiri dari ujian tertulis dan wawancara. Ujian ini diselenggarakan oleh LSP Pengadaan – BNSP, yang bertujuan memastikan bahwa setiap peserta memiliki pemahaman mendalam dan kemampuan aplikatif dalam proses pengadaan.
Rangkaian Acara Pelatihan CPSP
Kegiatan tatap muka yang diselenggarakan pada tanggal 11-12 Maret 2025 dibagi menjadi beberapa sesi penting yang dirancang secara sistematis untuk memastikan setiap peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang optimal. Berikut adalah rangkaian kegiatan selama sesi tatap muka:
Hari Pertama: Pembukaan dan Materi Inti (Selasa, 11 Maret 2025)
Pagi Hari – Pembukaan dan Pengantar Materi
Kegiatan tatap muka dimulai dengan proses registrasi peserta yang dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB. Para profesional pengadaan yang berasal dari berbagai instansi dan perusahaan berkumpul di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, menandakan antusiasme tinggi terhadap program ini.
Setelah proses registrasi selesai, acara dibuka dengan sambutan hangat dari panitia dan penyampaian tujuan pelatihan. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan materi inti pertama yang bertema “Mengkaji Ulang Paket Pengadaan Barang/Jasa”. Materi ini disampaikan oleh fasilitator Iwan Iswanto Hardian, seorang Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Madya dari BPK RI. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk meninjau kembali elemen-elemen penting dalam penyusunan paket pengadaan, sehingga diharapkan setiap komponen dapat memenuhi standar operasional dan regulasi yang berlaku.
Istirahat dan ISHOMA
Pada pukul 12.00 WIB, peserta diberikan waktu untuk istirahat, sholat, dan makan. Sesi ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) menjadi momen bagi peserta untuk menyegarkan diri serta berinteraksi secara informal, yang kemudian menciptakan suasana kondusif untuk diskusi dan kolaborasi di sesi berikutnya.
Sesi Siang – Strategi dan Teknik Pengadaan
Setelah istirahat, sesi pelatihan dilanjutkan dengan materi mengenai “Strategi Memilih Penyedia Barang/Jasa yang Efektif”. Materi ini menekankan pentingnya pemilihan penyedia yang tidak hanya mampu memenuhi kriteria teknis dan administratif, tetapi juga memiliki track record yang baik dan reputasi yang terpercaya. Diskusi interaktif dilakukan untuk membahas berbagai kriteria evaluasi penyedia yang tepat dan bagaimana cara mengidentifikasi potensi risiko dalam pemilihan penyedia.
Selanjutnya, peserta mendalami teknik “Menyusun Dokumen Pengadaan Barang/Jasa”. Sesi ini memberikan panduan langkah demi langkah dalam menyusun dokumen pengadaan yang komprehensif, mulai dari penyusunan kerangka acuan kerja, spesifikasi teknis, hingga syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi. Diskusi dan tanya jawab yang intensif memastikan setiap peserta memahami konsep dasar serta penerapan praktis dalam dunia pengadaan.
Sesi Sore – Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa
Hari pertama ditutup dengan materi mengenai “Melakukan Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa”. Sesi ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai proses evaluasi awal penyedia, di mana aspek-aspek seperti kinerja historis, kapasitas produksi, dan stabilitas keuangan menjadi pertimbangan utama. Simulasi evaluasi dilakukan agar peserta dapat mempraktikkan langsung teknik kualifikasi penyedia, sehingga mereka dapat mengaplikasikan konsep ini ketika dihadapkan pada kasus nyata.
Hari Kedua: Evaluasi dan Uji Kompetensi (Rabu, 12 Maret 2025)
Sesi Pagi – Evaluasi Dokumen dan Penyampaian Penjelasan
Pada hari kedua, pelatihan dimulai pukul 08.00 WIB dengan sesi pembelajaran yang fokus pada evaluasi dokumen pengadaan. Peserta diberikan materi tentang “Menyampaikan Penjelasan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa”. Dalam sesi ini, peserta belajar bagaimana cara mengomunikasikan secara jelas dan sistematis mengenai isi dokumen pengadaan kepada berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk penyedia, pengawas, dan tim evaluasi.
Materi dilanjutkan dengan pembahasan mendalam tentang “Mengevaluasi Dokumen Penawaran”. Di sini, peserta dibekali dengan teknik-teknik evaluasi yang tepat, seperti analisis perbandingan penawaran, verifikasi kepatuhan administrasi, serta penilaian kualitas teknis dari setiap dokumen penawaran yang diterima. Diskusi interaktif dan studi kasus membantu peserta memahami bagaimana menerapkan metode evaluasi ini secara objektif dan akurat.
Sesi Siang – Evaluasi Kinerja Penyedia dan Persiapan Uji Kompetensi
Sebelum memasuki tahap uji kompetensi, peserta diajak untuk mempelajari cara “Melakukan Evaluasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa”. Evaluasi kinerja ini mencakup pengukuran terhadap realisasi kinerja, kepatuhan terhadap kontrak, dan pengelolaan risiko yang mungkin timbul selama masa kontrak. Materi ini sangat penting karena memberikan gambaran tentang bagaimana menjaga kualitas dan kontinuitas dalam proses pengadaan.
Menjelang akhir hari, persiapan untuk uji kompetensi mulai disosialisasikan. Para fasilitator memberikan pengarahan mengenai mekanisme ujian yang akan dilakukan pada hari berikutnya. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar ujian tertulis maupun wawancara, sehingga mereka dapat merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi evaluasi akhir.
Sesi Sore – Simulasi Ujian dan Tanya Jawab Intensif
Sebagai penutup hari kedua, dilakukan simulasi singkat mengenai uji kompetensi. Simulasi ini mencakup beberapa pertanyaan yang menguji pemahaman peserta terhadap seluruh materi yang telah disampaikan selama pelatihan. Sesi tanya jawab intensif juga dilakukan untuk mengklarifikasi berbagai hal yang masih dirasa kurang jelas oleh peserta. Kegiatan ini tidak hanya mengukur kesiapan peserta, tetapi juga memberikan umpan balik langsung bagi para fasilitator untuk memperbaiki penyampaian materi jika diperlukan.
Hari Ketiga: Ujian Sertifikasi CPSP – Puncak Acara (Kamis, 13 Maret 2025)
Hari Kamis, 13 Maret 2025, ditandai sebagai puncak dari rangkaian pelatihan CPSP, yakni pelaksanaan Ujian Sertifikasi Certified Procurement Specialist. Kegiatan ujian dimulai pada pukul 08.30 WIB dan berlangsung hingga selesai. Ujian sertifikasi ini merupakan tahapan kritis yang akan menentukan apakah para peserta telah menguasai kompetensi dan keterampilan yang diperlukan dalam proses pengadaan.
Ujian Tertulis
Pada tahap awal, peserta mengikuti ujian tertulis yang berlangsung antara pukul 09.30 hingga 10.00 WIB. Ujian tertulis ini dirancang untuk menguji pemahaman teoritis peserta mengenai seluruh materi pelatihan, mulai dari teknik penyusunan dokumen, evaluasi penawaran, hingga strategi pemilihan penyedia barang/jasa. Soal yang diberikan bersifat komprehensif, sehingga peserta dituntut untuk dapat menjawab dengan tepat dan menyeluruh.
Sesi Wawancara
Setelah ujian tertulis, peserta menjalani sesi wawancara yang berlangsung dari pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Wawancara ini dilakukan oleh tim LSP Pengadaan – BNSP dan bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam menjelaskan serta mengaplikasikan konsep-konsep pengadaan dalam situasi nyata. Selama wawancara, peserta diminta untuk menyampaikan pendekatan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pengadaan serta strategi mitigasi risiko yang telah mereka pelajari selama pelatihan.
Para peserta yang berhasil melewati kedua tahap ujian ini akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi sebagai Certified Procurement Specialist (CPSP) – BNSP. Sertifikat ini merupakan pengakuan resmi atas kemampuan dan keahlian mereka dalam mengelola proses pengadaan barang/jasa, yang nantinya akan menjadi nilai tambah signifikan dalam karier profesional di bidang pengadaan.
Manfaat dan Dampak Program CPSP
Pelatihan dan sertifikasi CPSP yang diselenggarakan oleh LPKN memiliki sejumlah manfaat strategis bagi para profesional dan institusi yang terlibat, antara lain:
-
Peningkatan Kompetensi Profesional:
Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan teknis peserta dalam menyusun, mengevaluasi, dan mengelola proses pengadaan secara menyeluruh. Peserta yang telah tersertifikasi diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan di instansi masing-masing. -
Standarisasi Proses Pengadaan:
Sertifikasi CPSP memberikan standar kompetensi yang jelas dan dapat diukur. Dengan adanya standar ini, instansi pemerintah maupun swasta dapat lebih mudah dalam menilai dan memastikan kualitas profesional yang terlibat dalam setiap proses pengadaan. -
Transparansi dan Akuntabilitas:
Dengan pemahaman yang mendalam mengenai prosedur dan regulasi pengadaan, para peserta akan mampu melaksanakan proses pengadaan secara transparan dan akuntabel. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. -
Penguatan Jejaring dan Kolaborasi:
Program pelatihan ini juga membuka kesempatan bagi para profesional untuk membangun jejaring yang kuat. Interaksi antar peserta dan narasumber memberikan ruang bagi pertukaran pengalaman dan pengetahuan yang dapat membuka peluang kolaborasi di masa depan. -
Peningkatan Daya Saing:
Dengan memiliki sertifikasi CPSP, para profesional akan memiliki nilai tambah dalam persaingan karier. Pengakuan resmi dari BNSP menjadi bukti keahlian yang diakui secara nasional, sehingga dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan proyek-proyek strategis dan peningkatan tanggung jawab di lingkungan kerja.
Dukungan dan Sinergi dengan Berbagai Pihak
Keberhasilan penyelenggaraan pelatihan CPSP tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. LPKN bekerja sama dengan instansi pemerintah, lembaga sertifikasi, dan para praktisi pengadaan yang memiliki pengalaman luas di lapangan. Kerjasama ini memastikan bahwa materi yang disampaikan selalu up-to-date dan relevan dengan kondisi dan tantangan nyata di dunia pengadaan.
Para narasumber, seperti Iwan Iswanto Hardian dari BPK RI, turut memberikan kontribusi besar melalui penyampaian materi yang mendalam dan aplikatif. Keterlibatan para ahli ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelatihan, tetapi juga memberikan inspirasi bagi peserta untuk terus mengembangkan diri dan menerapkan inovasi dalam setiap proses pengadaan.
Harapan dan Prospek ke Depan
Dengan terselenggaranya pelatihan CPSP, LPKN berharap dapat mencetak generasi profesional pengadaan yang handal dan adaptif terhadap perubahan. Program sertifikasi ini diharapkan menjadi benchmark baru dalam standar kompetensi pengadaan di Indonesia, serta mendorong terciptanya ekosistem pengadaan yang modern, transparan, dan efisien.
Ke depan, LPKN berencana untuk mengembangkan program-program pelatihan serupa dengan cakupan materi yang semakin luas. Inovasi dalam penyusunan kurikulum dan metode pembelajaran akan terus ditingkatkan untuk menjawab tantangan era digital dan dinamika pasar pengadaan. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada kinerja.
Selain itu, sertifikasi CPSP diharapkan mampu meningkatkan reputasi institusi terkait, baik di tingkat nasional maupun internasional. Peserta yang telah tersertifikasi tidak hanya menjadi aset berharga bagi instansi masing-masing, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pengadaan di Indonesia.
Testimoni Peserta dan Narasumber
Selama sesi tatap muka, berbagai testimoni positif muncul dari para peserta. Salah satu peserta menyampaikan, “Pelatihan ini membuka mata saya tentang pentingnya standar yang tinggi dalam setiap tahap pengadaan. Metode E-Learning yang fleksibel dan sesi tatap muka yang interaktif memberikan keseimbangan antara teori dan praktik yang sangat membantu.”
Peserta lainnya menambahkan, “Melalui simulasi dan diskusi mendalam, saya merasa lebih siap menghadapi tantangan di lapangan. Sertifikasi CPSP ini benar-benar meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan saya dalam mengelola pengadaan barang/jasa.”
Sementara itu, para narasumber, termasuk Iwan Iswanto Hardian, menyatakan kebanggaan mereka atas antusiasme peserta. “Melihat antusiasme dan partisipasi aktif dari para peserta, kami yakin bahwa kompetensi pengadaan di Indonesia akan semakin meningkat. Semangat untuk terus belajar dan berinovasi adalah kunci utama dalam menghadapi era perubahan,” ujar salah satu narasumber.
Peran Strategis BNSP dalam Sertifikasi CPSP
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memainkan peran penting dalam memastikan bahwa sertifikasi CPSP memiliki standar kompetensi yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui proses evaluasi yang ketat, mulai dari ujian tertulis hingga wawancara mendalam, BNSP menjamin bahwa setiap peserta yang mendapatkan sertifikat benar-benar memiliki kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan tugas di dunia pengadaan.
Sertifikasi yang diberikan oleh BNSP tidak hanya sebagai bukti keahlian, tetapi juga sebagai alat ukur standar kompetensi yang diakui secara nasional. Hal ini memberikan kepercayaan bagi seluruh stakeholder bahwa para profesional pengadaan telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Inovasi Digital dalam Proses Pembelajaran
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, LPKN juga mengintegrasikan berbagai inovasi digital dalam proses pembelajaran. Modul-modul E-Learning yang disediakan tidak hanya interaktif, tetapi juga dilengkapi dengan fitur evaluasi mandiri yang memungkinkan peserta untuk memantau kemajuan mereka secara real time.
Sistem ini memberikan kemudahan dalam mengakses materi kapan saja dan di mana saja, sehingga peserta dapat belajar dengan lebih fleksibel. Selain itu, platform digital yang digunakan juga mendukung diskusi online dan kolaborasi antar peserta, yang pada akhirnya memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat jaringan profesional di bidang pengadaan.
Penutup
Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan untuk Certified Procurement Specialist (CPSP) yang diselenggarakan oleh LPKN merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme di sektor pengadaan barang/jasa. Melalui metode pembelajaran hybrid yang menggabungkan E-Learning, sesi tatap muka intensif, serta ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh BNSP, program ini memberikan landasan yang kokoh bagi para profesional untuk menghadapi tantangan era digital dan kompleksitas regulasi pengadaan.
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari tercapainya sertifikasi, tetapi juga dari dampak positif yang dihasilkan bagi seluruh peserta, instansi, dan stakeholder terkait. Dengan standar kompetensi yang tinggi dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, diharapkan para profesional yang telah tersertifikasi dapat menjadi pionir dalam menciptakan ekosistem pengadaan yang transparan, efisien, dan berkelanjutan.
LPKN berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program-program pelatihan unggulan yang mendukung pengembangan kompetensi di bidang pengadaan. Melalui kerjasama erat dengan berbagai pihak, LPKN berharap dapat menciptakan generasi profesional pengadaan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam mendukung pembangunan nasional.
Dengan terselenggaranya pelatihan dan sertifikasi CPSP, LPKN telah membuka jalan bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme di sektor pengadaan barang/jasa. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja operasional di tingkat instansi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan lulus ujian sertifikasi kini resmi mengemban title Certified Procurement Specialist – sebuah prestasi yang memberikan nilai tambah dalam karier mereka. Pengakuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dan inspirasi bagi lebih banyak profesional di bidang pengadaan untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi dalam setiap proses yang dijalankan.
Dokumentasi Kegiatan








