Certified Procurement Specialist (CPSp) 23 – 25 Januari 2025

LPKN Sukses Selenggarakan Program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan dengan Gelar Certified Procurement Specialist (CPSP)

Jakarta, 25 Januari 2025
Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) dengan bangga mengumumkan keberhasilan penyelenggaraan program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan untuk meraih gelar Certified Procurement Specialist (CPSP). Program unggulan ini diselenggarakan secara hybrid dengan metode E-Learning selama 9 hingga 22 Januari 2025, dilanjutkan dengan sesi pembelajaran tatap muka pada tanggal 23 hingga 24 Januari 2025, dan ditutup dengan ujian sertifikasi pada 25 Januari 2025 di The Tavia Heritage Hotel Jakarta. Kegiatan yang dirancang dengan matang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para praktisi pengadaan, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.

Latar Belakang dan Tujuan Program

Dalam era globalisasi dan transformasi digital, pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan operasional perusahaan. Seiring dengan berkembangnya kompleksitas pasar dan regulasi, kebutuhan akan tenaga profesional yang menguasai seluk-beluk proses pengadaan semakin mendesak. Melalui program ini, LPKN berupaya mencetak tenaga ahli di bidang pengadaan dengan standar kompetensi nasional yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program Certified Procurement Specialist (CPSP) ini dirancang dengan tujuan:

  • Memperdalam pemahaman peserta mengenai konsep, prinsip, dan regulasi pengadaan barang/jasa.
  • Meningkatkan keterampilan praktis dalam menyusun dokumen pengadaan, memilih penyedia, serta mengevaluasi penawaran.
  • Mengasah kemampuan analisis dalam kualifikasi penyedia dan evaluasi kinerja untuk menjamin pelaksanaan pengadaan yang efektif dan efisien.
  • Mengintegrasikan pendekatan teori dan praktik melalui metode E-Learning dan tatap muka yang interaktif.
  • Menyiapkan peserta untuk menghadapi ujian sertifikasi yang mengukur kemampuan serta kesiapan mereka dalam implementasi pengadaan yang akuntabel.

Menurut Kepala LPKN, program ini merupakan langkah strategis untuk mendukung reformasi pengadaan di Indonesia. “Kami percaya bahwa peningkatan kapasitas SDM di bidang pengadaan akan berdampak positif pada transparansi dan akuntabilitas di setiap proses pengadaan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar beliau.

Rangkaian Kegiatan Program

Program Certified Procurement Specialist (CPSP) disusun dalam tiga tahap utama yang saling melengkapi: sesi E-Learning, pembelajaran tatap muka, dan ujian sertifikasi. Setiap tahap dirancang secara sistematis untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif kepada peserta.

Tahap 1: E-Learning (9 – 22 Januari 2025)

Selama dua minggu penuh, peserta mengikuti sesi E-Learning yang menyajikan materi pengadaan secara mendalam dan terstruktur. Melalui platform digital yang interaktif, peserta diajak untuk mempelajari:

  • Konsep dan Dasar Pengadaan: Pengantar mengenai prinsip, kebijakan, dan regulasi yang mendasari proses pengadaan barang/jasa.
  • Analisis Paket Pengadaan: Teknik identifikasi kebutuhan dan langkah-langkah penyusunan paket pengadaan yang efektif.
  • Strategi Pemilihan Penyedia: Pendekatan sistematis dalam memilih penyedia yang sesuai, serta evaluasi kinerja penyedia berdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan.
  • Penyusunan Dokumen Pengadaan: Langkah demi langkah dalam menyusun dokumen yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis untuk menjamin transparansi proses pengadaan.

Materi E-Learning didukung oleh video pembelajaran, modul interaktif, dan kuis online yang membantu peserta untuk menguji pemahaman secara mandiri. Pendekatan ini tidak hanya memudahkan peserta untuk mengakses informasi secara fleksibel, tetapi juga memberikan dasar teori yang kuat menjelang sesi tatap muka.

Tahap 2: Pembelajaran Tatap Muka (23 – 24 Januari 2025)

Pada tahap kedua, peserta berkumpul secara langsung di The Tavia Heritage Hotel Jakarta untuk mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran tatap muka. Kegiatan ini terbagi dalam dua hari dengan agenda yang intensif dan interaktif.

Hari Pertama: Pendalaman Pengadaan Barang/Jasa

Kegiatan tatap muka dimulai dengan proses registrasi peserta pada pagi hari, yang diikuti dengan sambutan dari panitia penyelenggara. Sesi pertama hari itu fokus pada pendalaman materi terkait paket pengadaan barang/jasa. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai:

  • Identifikasi Kebutuhan: Teknik analisis kebutuhan yang akurat untuk menentukan jenis dan jumlah barang/jasa yang diperlukan.
  • Langkah-Langkah Pengadaan: Proses yang sistematis dalam menyiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pengadaan secara menyeluruh.

Setelah pembahasan awal, agenda berlanjut dengan materi mengenai strategi dalam memilih penyedia barang/jasa. Materi ini disampaikan dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis studi kasus, sehingga peserta dapat memahami perbandingan antara berbagai metode pemilihan penyedia dan menentukan strategi terbaik yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Di sesi siang hari, peserta diajak untuk langsung menyusun dokumen pengadaan barang/jasa melalui praktik langsung. Fasilitator, Ir. Sutan Suangkupon Lubis, M.Sc., seorang ahli pengadaan dan fasilitator ToT LKPP, memandu peserta dalam proses penyusunan dokumen. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teoretis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang sangat diperlukan dalam implementasi pengadaan. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang intens menutup hari pertama, memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyelesaikan permasalahan yang mungkin muncul dalam penyusunan dokumen.

Hari Kedua: Proses Kualifikasi dan Evaluasi Pengadaan

Hari kedua dimulai dengan materi mengenai tahapan kualifikasi penyedia barang/jasa. Peserta mempelajari berbagai teknik untuk melakukan evaluasi awal terhadap calon penyedia, termasuk kriteria penilaian yang harus dipenuhi untuk masuk ke dalam proses tender. Materi ini dikemas secara interaktif dengan penggunaan simulasi dan studi kasus yang menguji kemampuan peserta dalam menilai kelayakan penyedia.

Selanjutnya, peserta diberikan pelatihan tentang teknik penyampaian penjelasan dokumen pengadaan secara profesional. Materi ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap dokumen yang disusun dapat dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang terlibat dalam proses pengadaan. Setelah itu, sesi berlanjut dengan pembahasan mendalam mengenai evaluasi dokumen penawaran. Peserta diajarkan cara mengevaluasi penawaran secara menyeluruh, dengan memperhatikan aspek teknis, administratif, dan komersial, guna memastikan bahwa proses pengadaan berjalan dengan transparan dan akuntabel.

Di akhir hari kedua, acara ditutup dengan sesi evaluasi kinerja penyedia barang/jasa. Sesi ini menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi berkelanjutan terhadap penyedia agar setiap kontrak yang telah disepakati dapat terlaksana dengan baik. Materi disampaikan oleh Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, seorang fasilitator ToT LKPP yang telah berpengalaman luas dalam bidang pengadaan. Dengan pendekatan yang komprehensif, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai cara melakukan evaluasi kinerja yang objektif serta mekanisme monitoring yang efektif.

Tahap 3: Ujian Sertifikasi CPSP – BNSP (25 Januari 2025)

Tahap akhir dari program ini adalah pelaksanaan ujian sertifikasi CPSP yang dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2025. Ujian ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilakukan dan bertujuan untuk mengukur sejauh mana peserta telah menguasai teori dan praktik pengadaan.

Ujian sertifikasi dibagi menjadi dua tahap utama:

  • Ujian Tertulis: Peserta diberikan waktu untuk menyelesaikan soal-soal yang menguji pemahaman mereka terhadap materi pengadaan yang telah dipelajari selama sesi E-Learning dan tatap muka. Soal ujian mencakup aspek strategis, teknis, dan regulasi yang harus dipahami oleh setiap praktisi pengadaan.
  • Wawancara: Setelah menyelesaikan ujian tertulis, peserta menjalani sesi wawancara yang bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan mereka dalam mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Wawancara ini dilakukan oleh panel ahli yang terdiri dari praktisi dan fasilitator berpengalaman, sehingga dapat memberikan penilaian yang objektif dan mendalam terhadap kompetensi peserta.

Keberhasilan peserta dalam ujian ini merupakan indikator kesiapan mereka untuk menjalankan tugas sebagai Certified Procurement Specialist (CPSP) yang diakui secara nasional melalui BNSP. Sertifikasi yang diperoleh nantinya diharapkan akan membuka peluang karir yang lebih luas dan meningkatkan standar profesionalisme dalam proses pengadaan di seluruh Indonesia.

Manfaat dan Dampak Program terhadap Peserta dan Industri Pengadaan

Program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan ini memberikan dampak yang signifikan tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi perkembangan industri pengadaan di Indonesia. Beberapa manfaat utama yang dapat diidentifikasi antara lain:

  1. Peningkatan Kompetensi Profesional:
    Peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang seluruh aspek pengadaan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi kinerja penyedia. Pengetahuan ini sangat relevan bagi mereka yang berkecimpung di bidang pengadaan, baik di instansi pemerintah maupun sektor swasta, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pengadaan.

  2. Pengalaman Praktis dan Penerapan Langsung:
    Melalui sesi tatap muka dan praktik langsung, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam menyusun dokumen, melakukan evaluasi penawaran, dan mengimplementasikan proses pengadaan. Pendekatan praktis ini membantu peserta untuk lebih siap menghadapi tantangan di lapangan.

  3. Sertifikasi Resmi dari BNSP:
    Sertifikasi yang diperoleh sebagai Certified Procurement Specialist (CPSP) merupakan pengakuan resmi atas kompetensi yang telah dicapai peserta. Sertifikat ini meningkatkan kredibilitas profesional dan membuka peluang untuk pengembangan karir di bidang pengadaan.

  4. Penguatan Jaringan dan Kolaborasi:
    Kegiatan tatap muka memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan praktik terbaik, dan membangun jaringan profesional yang dapat mendukung pengembangan karir mereka di masa depan.

  5. Peningkatan Akuntabilitas dan Transparansi:
    Dengan mengimplementasikan standar kompetensi yang tinggi, peserta diharapkan dapat menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengadaan, yang pada akhirnya berkontribusi pada tata kelola pemerintahan dan perusahaan yang lebih baik.

Peran Fasilitator dan Pengalaman Praktis yang Diberikan

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran serta keahlian para fasilitator yang telah berpengalaman dalam dunia pengadaan. Dua di antaranya, Ir. Sutan Suangkupon Lubis, M.Sc. dan Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, memainkan peran penting dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada para peserta.

Ir. Sutan Suangkupon Lubis, M.Sc.
Sebagai fasilitator ToT LKPP, beliau memimpin sesi penyusunan dokumen pengadaan pada hari pertama. Dengan pendekatan yang interaktif dan berbasis studi kasus, beliau berhasil menguraikan setiap langkah penyusunan dokumen secara rinci, sehingga peserta dapat mengaplikasikan ilmu tersebut dalam situasi nyata. Diskusi yang intens dan sesi tanya jawab di akhir sesi menjadi bukti keberhasilan metode pembelajaran yang diterapkan.

Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS
Mengambil alih materi evaluasi dan kualifikasi penyedia pada hari kedua, beliau menyampaikan materi dengan sangat jelas dan sistematis. Pengalaman beliau yang luas di bidang pengadaan memberikan perspektif praktis yang sangat berharga, sehingga peserta mampu memahami dan menerapkan konsep evaluasi secara menyeluruh. Sesi evaluasi kinerja penyedia yang dipandu oleh beliau menekankan pentingnya monitoring berkelanjutan untuk memastikan bahwa setiap kontrak berjalan sesuai dengan kesepakatan.

Inovasi Metode Pembelajaran dan Pemanfaatan Teknologi Digital

Program Certified Procurement Specialist (CPSP) mengintegrasikan metode pembelajaran tradisional dengan inovasi digital melalui sesi E-Learning. Platform E-Learning yang digunakan menyediakan materi yang lengkap dan interaktif, memungkinkan peserta untuk mengakses informasi secara fleksibel dan mandiri. Fitur-fitur seperti video tutorial, kuis interaktif, dan forum diskusi online turut menunjang pemahaman peserta, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif.

Selain itu, pembelajaran tatap muka dirancang untuk memperkuat konsep yang telah dipelajari secara daring. Sesi praktik langsung, simulasi, dan studi kasus memberikan pengalaman yang mendekati situasi nyata di lapangan. Pendekatan hybrid ini memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara praktis, sehingga meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dinamika proses pengadaan di era digital.

Koordinasi, Persiapan, dan Kesiapan Logistik

Keberhasilan program ini tidak lepas dari persiapan dan koordinasi yang matang oleh tim LPKN. Mulai dari penyusunan materi, penjadwalan kegiatan, hingga pengaturan logistik di The Tavia Heritage Hotel Jakarta, setiap detail diatur dengan teliti untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif.
Panitia penyelenggara bekerja sama dengan para fasilitator dan pihak penyedia fasilitas untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan tepat waktu dan sesuai rencana. Evaluasi internal yang dilakukan setelah setiap sesi juga menjadi acuan untuk menyempurnakan program di tahap selanjutnya.

Harapan dan Prospek ke Depan

Keberhasilan program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan ini menjadi momentum penting bagi LPKN untuk terus mengembangkan program-program serupa yang dapat menjawab tantangan era modern di bidang pengadaan. Di masa depan, LPKN berkomitmen untuk:

  • Menyusun materi pelatihan yang selalu up-to-date dengan perkembangan regulasi dan teknologi.
  • Meningkatkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif guna mendorong kreativitas dan inovasi para peserta.
  • Membangun jaringan kerja sama yang lebih luas dengan berbagai instansi, baik dari sektor pemerintahan maupun swasta, untuk menciptakan ekosistem pengadaan yang transparan dan akuntabel.
  • Melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas program pelatihan guna terus meningkatkan standar kompetensi tenaga profesional pengadaan di Indonesia.

Melalui upaya-upaya tersebut, LPKN berharap dapat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kualitas tata kelola pengadaan yang tidak hanya efisien, tetapi juga berintegritas. Sertifikasi Certified Procurement Specialist (CPSP) yang diperoleh peserta diharapkan akan menjadi tolak ukur baru dalam penilaian profesionalisme praktisi pengadaan di tingkat nasional.

Testimoni Peserta

Berbagai testimoni positif mengalir dari para peserta yang mengikuti program ini. Seorang peserta, yang merupakan pejabat pengadaan di salah satu instansi pemerintah, mengungkapkan, “Program ini memberikan saya wawasan baru yang sangat mendalam mengenai proses pengadaan. Metode E-Learning yang fleksibel dikombinasikan dengan sesi tatap muka yang interaktif membuat saya semakin percaya diri dalam menghadapi tantangan di lapangan.”
Sementara itu, seorang perwakilan dari sektor swasta menyatakan, “Sesi simulasi dan studi kasus yang kami ikuti sangat relevan dengan kondisi nyata. Saya merasa bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga keterampilan analisis dan pengambilan keputusan dalam proses evaluasi penawaran.”

Penutup

Secara keseluruhan, program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan dengan gelar Certified Procurement Specialist (CPSP) yang diselenggarakan oleh LPKN merupakan tonggak penting dalam upaya peningkatan profesionalisme dan kompetensi di bidang pengadaan. Dengan mengintegrasikan metode pembelajaran E-Learning dan tatap muka, serta menguji kemampuan peserta melalui ujian sertifikasi yang ketat, program ini berhasil mencetak tenaga profesional yang siap bersaing di era digital.

Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis yang mendalam, tetapi juga pengalaman praktis melalui simulasi, studi kasus, dan diskusi interaktif. Hal ini membuktikan bahwa program ini mampu menjawab kebutuhan dan tantangan dalam dunia pengadaan yang semakin kompleks. Sertifikasi resmi yang diperoleh sebagai Certified Procurement Specialist (CPSP) merupakan bukti komitmen dan dedikasi para peserta untuk menerapkan praktik terbaik dalam setiap proses pengadaan, demi mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi yang lebih tinggi.

LPKN mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya program ini, mulai dari para fasilitator, peserta, panitia penyelenggara, hingga mitra pendukung. Keberhasilan program ini menjadi inspirasi bagi pengembangan pelatihan lanjutan yang semakin inovatif dan adaptif terhadap dinamika dunia pengadaan di masa depan.

Dengan semangat inovasi dan komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pengadaan, LPKN terus berupaya menciptakan program-program pelatihan yang tidak hanya relevan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Program Certified Procurement Specialist (CPSP) ini merupakan bukti nyata bahwa investasi dalam pengembangan kompetensi profesional akan membawa dampak positif yang signifikan, baik bagi instansi pemerintah maupun dunia usaha.

Melalui pendekatan pembelajaran yang komprehensif dan integrasi teknologi digital, LPKN telah membuka jalan bagi terciptanya sistem pengadaan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Diharapkan, lulusan program ini akan segera berkontribusi dalam meningkatkan standar pengadaan nasional dan membawa perubahan positif yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan demikian, keberhasilan program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Certified Procurement Specialist (CPSP) merupakan cerminan dari upaya bersama dalam meningkatkan profesionalisme di sektor pengadaan. LPKN berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran demi terwujudnya tata kelola pengadaan yang lebih efisien dan berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

Dokumentasi Kegiatan

Pemaparan materi oleh narasumber
Pembagian doorprize kepada peserta kegiatan
Pemaparan materi oleh narasumber
Suasana Ujian Asesmen
Suasana Ujian Asesmen