LPKN Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Bersertifikasi BNSP dengan Tajuk Certified Procurement Officer (CPOf)
Jakarta, 20 Februari 2025 –
Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi pengadaan bersertifikasi BNSP dengan tema Certified Procurement Officer (CPOf). Kegiatan yang berlangsung selama 18 hari, dari tanggal 3 hingga 20 Februari 2025, ini menghadirkan rangkaian pembelajaran yang mengintegrasikan metode e-learning, sesi tatap muka, serta ujian sertifikasi secara komprehensif. Acara yang bertempat di The Tavia Heritage Hotel Jakarta ini diikuti oleh para peserta yang berasal dari berbagai instansi dan latar belakang profesi, termasuk pelaku pengadaan barang dan jasa, tenaga profesional, serta perwakilan dari sektor pemerintah dan swasta.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Pengadaan barang dan jasa merupakan aspek krusial dalam pengelolaan keuangan dan operasional instansi pemerintah maupun perusahaan swasta. Seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya dinamika pasar global, dibutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan praktik terbaik di lapangan. Dalam konteks inilah, pelatihan Certified Procurement Officer (CPOf) hadir sebagai solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam dunia pengadaan.
Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk:
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai dasar-dasar pengadaan barang dan jasa.
- Memperdalam kemampuan analisis kebutuhan dan strategi penyusunan dokumen pengadaan.
- Meningkatkan keterampilan dalam evaluasi dokumen penawaran dan proses kualifikasi penyedia.
- Menyediakan ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan membangun jaringan profesional.
Menurut salah satu pejabat LPKN, kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menyiapkan tenaga profesional yang mampu menghadapi tantangan pengadaan di era digital dan globalisasi. “Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan standar kompetensi yang lebih tinggi dalam industri pengadaan, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengadaan,” ungkapnya.
Rangkaian Kegiatan Pelatihan
Sesi E-learning (3 – 15 Februari 2025)
Kegiatan pelatihan dimulai dengan sesi e-learning yang berlangsung selama 13 hari, dari tanggal 3 hingga 15 Februari 2025. Metode pembelajaran daring ini dirancang agar peserta dapat memahami teori-teori dasar pengadaan secara mendalam sebelum melangkah ke sesi tatap muka yang lebih aplikatif.
Materi e-learning yang disajikan meliputi:
- Dasar-dasar Pengadaan: Pemahaman mengenai konsep, prinsip, dan regulasi yang mengatur proses pengadaan barang dan jasa.
- Analisis Kebutuhan: Teknik dan metode untuk mengidentifikasi kebutuhan barang dan jasa secara tepat guna.
- Strategi Penyusunan Dokumen Pengadaan: Langkah-langkah penting dalam menyusun dokumen pengadaan yang komprehensif dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Peserta diberikan akses ke materi secara fleksibel melalui platform online, sehingga memungkinkan mereka untuk belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teoretis, tetapi juga mempersiapkan peserta untuk menghadapi studi kasus dan simulasi di sesi tatap muka.
Sesi Tatap Muka (18 – 19 Februari 2025)
Setelah menguasai materi melalui e-learning, peserta mengikuti sesi tatap muka yang berlangsung selama dua hari penuh. Kegiatan tatap muka ini dilaksanakan di ruang konferensi The Tavia Heritage Hotel Jakarta, dengan agenda yang terstruktur dan interaktif.
Hari Pertama – 18 Februari 2025
Kegiatan hari pertama dimulai tepat pada pukul 07.30 WIB dengan proses registrasi peserta. Setelah itu, acara dibuka dengan sesi Menelaah Lingkungan Pengadaan Barang dan Jasa. Sesi ini dibawakan oleh Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, seorang ahli pengadaan dan fasilitator ToT LKPP yang telah dikenal luas dalam dunia pengadaan. Materi yang disampaikan mencakup analisis organisasi dan lingkungan pengadaan, yang sangat penting untuk memahami konteks dan tantangan dalam proses pengadaan.
Setelah sesi pertama, peserta diajak untuk berfoto bersama sebagai dokumentasi serta menikmati coffee break, yang sekaligus menjadi momen untuk membangun jaringan dan berbagi pengalaman antar peserta. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi Menyusun Kebutuhan dan Anggaran Pengadaan Barang dan Jasa. Materi ini mengupas secara detail mengenai perencanaan kebutuhan serta penyusunan anggaran yang realistis, sehingga peserta dapat mengoptimalkan peran mereka dalam proses pengadaan.
Sesi siang hari kemudian menghadirkan materi Memilih Penyedia Barang dan Jasa. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang:
- Kriteria pemilihan penyedia yang tepat.
- Evaluasi potensi kinerja penyedia.
- Teknik penentuan penyedia terbaik melalui evaluasi komprehensif.
Diskusi interaktif selama sesi berlangsung dengan antusiasme tinggi. Peserta tidak ragu untuk mengemukakan pengalaman dan memberikan masukan berdasarkan praktik yang telah mereka jalani di lingkungan kerja masing-masing. Antusiasme tersebut membuktikan bahwa materi yang disampaikan relevan dan mampu menjawab kebutuhan mereka dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan.
Hari Kedua – 19 Februari 2025
Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan materi Melakukan Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa. Sesi ini sangat penting karena mengupas berbagai aspek kualifikasi penyedia, mulai dari jenis badan usaha, kodefikasi barang dan jasa, hingga kriteria pemenuhan kualifikasi. Materi ini disampaikan melalui metode presentasi dan simulasi, di mana para peserta diberikan studi kasus yang menantang mereka untuk melakukan proses kualifikasi secara langsung.
Fasilitator berpengalaman yang memimpin sesi ini memberikan panduan langkah demi langkah dalam melakukan evaluasi kualifikasi. Dengan pendekatan praktis, peserta diajak untuk berlatih secara intensif, sehingga mereka dapat memahami dan menerapkan konsep kualifikasi penyedia secara efektif. Simulasi yang dilakukan memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang mungkin muncul dalam proses pengadaan, sekaligus menyiapkan peserta untuk menghadapi situasi serupa di dunia profesional.
Ujian Sertifikasi dan Evaluasi Kompetensi (20 Februari 2025)
Puncak kegiatan pelatihan Certified Procurement Officer (CPOf) adalah pelaksanaan ujian sertifikasi yang dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2025. Ujian ini dirancang untuk mengukur sejauh mana peserta telah menguasai materi dan keterampilan yang diberikan selama 18 hari pelatihan.
Tahap Ujian Tertulis
Ujian dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB dengan sesi ujian tertulis. Peserta diberikan soal yang menguji pemahaman mereka terhadap teori dasar pengadaan, analisis kebutuhan, serta strategi penyusunan dokumen pengadaan. Soal yang diberikan bersifat komprehensif, sehingga menuntut peserta untuk berpikir kritis dan mampu mengaitkan antara teori dengan praktik.
Evaluasi Dokumen Penawaran dan Studi Kasus
Setelah sesi ujian tertulis, peserta mengikuti evaluasi dokumen penawaran pada sesi siang hari. Materi evaluasi ini mengajarkan peserta untuk:
- Memahami prinsip dasar evaluasi dokumen penawaran.
- Menganalisis dokumen secara detail dan akurat.
- Menentukan hasil evaluasi berdasarkan metode dan kriteria yang telah ditetapkan.
Setelah coffee break, dilanjutkan dengan sesi latihan dan studi kasus yang lebih mendalam. Dalam tahap ini, peserta diuji melalui simulasi yang mereplikasi kondisi nyata di lapangan. Mereka ditantang untuk melakukan analisis kualifikasi penyedia serta mengevaluasi dokumen penawaran secara kritis. Aktivitas ini tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta, tetapi juga melatih keterampilan dalam pengambilan keputusan secara cepat dan tepat dalam situasi yang penuh tekanan.
Manfaat dan Dampak Pelatihan bagi Para Peserta
Kegiatan pelatihan Certified Procurement Officer (CPOf) memberikan manfaat yang signifikan bagi para peserta. Berikut beberapa dampak positif yang telah dirasakan:
-
Peningkatan Kompetensi Profesional
Peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai seluruh proses pengadaan barang dan jasa, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Pengetahuan ini sangat relevan bagi mereka yang bekerja di sektor pengadaan, baik di instansi pemerintah maupun swasta. -
Pengalaman Praktis Melalui Simulasi
Metode pembelajaran yang menggabungkan teori dengan praktik, seperti simulasi dan studi kasus, memberikan pengalaman nyata yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Peserta belajar bagaimana mengatasi permasalahan dan mengambil keputusan yang tepat dalam kondisi yang menantang. -
Penguatan Jaringan Profesional
Kegiatan tatap muka dan sesi coffee break menciptakan ruang untuk bertukar pengalaman antar peserta dari berbagai latar belakang. Interaksi ini membuka peluang untuk kolaborasi dan pengembangan profesional di masa depan. -
Sertifikasi Resmi dari BNSP
Peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan lulus ujian akan memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas, tetapi juga membuka peluang karir yang lebih luas.
Seorang peserta, Ibu Siti, manajer pengadaan dari salah satu instansi pemerintah, menyatakan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan rekan-rekan dari berbagai sektor. Saya merasa lebih siap menghadapi tantangan pengadaan di masa depan.” Sementara itu, Bapak Andi, perwakilan dari sektor swasta, menambahkan, “Simulasi dan studi kasus yang diberikan sangat realistis dan aplikatif. Pengalaman ini akan sangat berguna dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi proses pengadaan di perusahaan kami.”
Peran Fasilitator dan Asesor
Keberhasilan pelatihan ini tidak lepas dari peran para fasilitator dan asesor yang memiliki rekam jejak gemilang di bidang pengadaan. Mereka tidak hanya menyampaikan materi dengan jelas, tetapi juga berperan sebagai mentor yang memberikan bimbingan praktis selama proses pelatihan.
Fasilitator, seperti Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, memberikan wawasan mendalam mengenai analisis lingkungan pengadaan dan strategi pemilihan penyedia. Pengalaman mereka di lapangan memberikan nilai tambah bagi peserta, sehingga materi yang disampaikan terasa relevan dan aplikatif. Dengan metode mentoring ini, peserta dapat langsung mengaitkan teori dengan kondisi nyata di lingkungan kerja masing-masing.
Selain itu, para asesor turut memberikan evaluasi yang objektif dalam proses ujian sertifikasi. Evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh ini memastikan bahwa setiap peserta yang lulus benar-benar telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh BNSP. Pendekatan evaluasi yang komprehensif ini menjadi tolak ukur keberhasilan pelatihan sekaligus sebagai refleksi atas upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pengadaan.
Inovasi Metode Pembelajaran dan Teknologi Digital
Salah satu keunggulan pelatihan CPOf kali ini adalah integrasi antara metode pembelajaran tradisional dan digital. Dengan mengadopsi sistem e-learning, LPKN berhasil menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Materi-materi yang disajikan tidak hanya mengacu pada teori dasar, tetapi juga mencakup penerapan teknologi informasi dalam proses pengadaan, seperti penggunaan sistem e-procurement dan digitalisasi dokumen.
Pendekatan ini sangat penting di era digital, di mana proses pengadaan semakin menuntut kecepatan, akurasi, dan transparansi. Dengan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan konseptual, tetapi juga keterampilan teknis yang dapat langsung diaplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari.
Koordinasi dan Persiapan Pelaksanaan
Keberhasilan kegiatan pelatihan ini tidak terlepas dari persiapan dan koordinasi yang matang oleh tim LPKN. Setiap aspek, mulai dari penyusunan materi, jadwal pelatihan, hingga pengaturan logistik di The Tavia Heritage Hotel Jakarta, direncanakan dengan seksama untuk memastikan kelancaran acara. Kerjasama yang solid antara panitia, fasilitator, dan penyedia fasilitas menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif.
LPKN juga menekankan pentingnya evaluasi pasca pelatihan untuk mengukur dampak program terhadap peningkatan kinerja para peserta. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan untuk pengembangan program pelatihan lanjutan yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Harapan dan Prospek Ke Depan
Keberhasilan pelatihan Certified Procurement Officer (CPOf) ini membuka peluang bagi LPKN untuk terus mengembangkan program-program pelatihan yang relevan dengan perkembangan industri pengadaan. Di masa depan, LPKN berkomitmen untuk:
- Menyusun materi pelatihan yang selalu up-to-date dan sesuai dengan perkembangan regulasi serta teknologi.
- Meningkatkan kualitas interaksi antara peserta melalui metode pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif.
- Menjalin kerjasama yang lebih luas dengan berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta, untuk menciptakan ekosistem pengadaan yang lebih transparan dan akuntabel.
Visi jangka panjang LPKN adalah menciptakan standar kompetensi yang tinggi bagi tenaga profesional pengadaan di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan bahwa setiap proses pengadaan yang dilaksanakan di lingkungan instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta dapat berjalan dengan lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Hal ini tentunya akan berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pelatihan dan sertifikasi Certified Procurement Officer (CPOf) yang diselenggarakan oleh LPKN merupakan tonggak penting dalam pengembangan kompetensi di bidang pengadaan barang dan jasa. Dengan menggabungkan metode e-learning, sesi tatap muka, dan ujian sertifikasi yang komprehensif, kegiatan ini berhasil menciptakan wadah bagi para profesional untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan jaringan mereka.
Para peserta tidak hanya memperoleh materi teoretis yang mendalam, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis melalui simulasi dan studi kasus yang mereplikasi kondisi nyata di lapangan. Sertifikasi resmi yang diperoleh dari BNSP semakin mengukuhkan kredibilitas mereka sebagai tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan pengadaan di era digital.
Ke depan, LPKN berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pelatihan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui upaya ini, diharapkan akan tercipta sistem pengadaan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pelatihan merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme di sektor pengadaan.
Bagi para peserta, pengalaman selama 18 hari pelatihan ini tidak hanya menjadi modal untuk pengembangan karir, tetapi juga sebagai inspirasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja di lingkungan masing-masing. Kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli dan berdiskusi dengan rekan-rekan seprofesi memberikan nilai tambah yang tak ternilai dalam upaya menghadapi tantangan global.
Informasi Kontak
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini, silakan hubungi:
Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN)
Email: [email protected]
Telepon: (021) 47862224
Website: www.lpkn.id
Tentang LPKN
LPKN adalah lembaga yang telah lama berkomitmen dalam pengembangan kompetensi dan konsultasi di bidang pengadaan. Dengan pengalaman yang luas dan inovasi dalam metode pembelajaran, LPKN berperan aktif dalam mencetak tenaga profesional yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Melalui program-program pelatihan yang terus disempurnakan, LPKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun sistem pengadaan yang transparan, efisien, dan akuntabel di Indonesia.
Pelatihan Certified Procurement Officer (CPOf) merupakan wujud nyata dari komitmen LPKN dalam menciptakan standar kompetensi tinggi di sektor pengadaan barang dan jasa. Dengan mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran dan mengedepankan pengalaman praktis, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para peserta, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kualitas layanan publik dan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk terus berinovasi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pengadaan.
Dalam suasana yang penuh antusiasme dan dedikasi, para peserta telah menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti setiap sesi, berdiskusi secara intensif, dan berpartisipasi aktif dalam simulasi serta studi kasus. Hal ini menjadi indikator bahwa pelatihan yang dilaksanakan tidak hanya memenuhi ekspektasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan profesionalisme di bidang pengadaan.
LPKN optimis bahwa lulusan pelatihan CPOf akan segera berkontribusi secara signifikan dalam menciptakan ekosistem pengadaan yang lebih profesional dan terpercaya. Dengan bekal sertifikasi dari BNSP dan pengetahuan mendalam yang telah diperoleh, para profesional pengadaan diharapkan dapat menghadapi tantangan era digital dengan lebih percaya diri, serta mampu menerapkan praktik terbaik yang mendukung transparansi dan efisiensi dalam setiap proses pengadaan.
Akhir kata, LPKN mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pelatihan ini, mulai dari para fasilitator, asesor, panitia, hingga para peserta yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan kompetensi di bidang pengadaan. Semoga hasil dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ini dapat terus bergema dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan pengadaan di Indonesia.
Dengan demikian, pelatihan Certified Procurement Officer (CPOf) ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi, tetapi juga merupakan momentum penting dalam upaya menciptakan sistem pengadaan yang lebih modern dan berintegritas. LPKN berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pelatihan berkualitas demi terwujudnya tata kelola pengadaan yang optimal demi kemajuan bangsa dan negara.
Dokumentasi Kegiatan





